View: Full Compact
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda: "Di dalam bulan Ramadhan umatku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada umat-umat sebelumnya:
1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.
2. Para malaikat selalu meminta keampunan untuk mereka hingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah menghias syurga Nya sambil berkata, 'Hamba-hamba Ku yang saleh ingin melepas beban dan penderitaannya dan mereka rindu untuk memasukimu.'
4. Pada bulan ini diikatlah syaitan-syaitan yang derhaka sehingga mereka tidak berleluasa mencapai apa yang dapat dicapainya pada bulan lain.
5. Mereka diampuni oleh Allah SWT pada malam yang terakhir dari bulan itu. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah itu malam Lailatul Qadar?' Beliau menjawab, 'Tidak, karena orang yang bekerja itu akan dipenuhi upahnya manakala sudah menyelesaikan pekerjaannya.' (HR Ahmad)
Masih ada juga yang tidak mau????
Senin, Agustus 02, 2010
PESAN RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN
Temans, Rasulullah menyampai pesan khusus Ramadhan kepada ummatnya, semoga bisa menjadi bekal dan renungan kita dalam menyambut dan menghiasi hari hari kita di dalam bulan mulia ini:
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Temans, sebegitu mulianya bulan Ramadhan di mata Rasulullah, sampai beliau bersabda :
“Seandainya seluruh orang tau betapa besar arti bulan ramadhan ini maka seluruh orang akan meminta semua bulan adalah bulan Ramadhan”
Marilah kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih , niat yang tulus untuk berpuasa dan melaksanakan amaliah Ramadhan lainnya dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh dengan mengharap balasan pahala dari Allah SWT.
“Ya Allah begitu besar rahmat dan hidayah-Mu… Begitu indah bulan ramadahan-Mu… Semoga Engkau masih berkenan memberiku waktu untuk menikmati bulan penuh berkah-Mu ini… amin………..”
Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.
Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.
Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.
Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.
Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu.
Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir.
Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.
Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.
Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
Temans, sebegitu mulianya bulan Ramadhan di mata Rasulullah, sampai beliau bersabda :
“Seandainya seluruh orang tau betapa besar arti bulan ramadhan ini maka seluruh orang akan meminta semua bulan adalah bulan Ramadhan”
Marilah kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan hati yang bersih , niat yang tulus untuk berpuasa dan melaksanakan amaliah Ramadhan lainnya dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh dengan mengharap balasan pahala dari Allah SWT.
“Ya Allah begitu besar rahmat dan hidayah-Mu… Begitu indah bulan ramadahan-Mu… Semoga Engkau masih berkenan memberiku waktu untuk menikmati bulan penuh berkah-Mu ini… amin………..”
Jumat, Maret 13, 2009
"Amalan Yang Bukan Karena Allah, Pasti Sia-Sia"
Sahal bin Sa'ad As Sa'idi ra. mengatakan, Muhammad Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya ada orang beramal dengan amalan ahli surga sepanjang penglihatan orang banyak, tetapi sebenarnya dia adalah ahli neraka. Ada pula orang yang beramal dengan amalan ahli neraka dalam pandangan manusia, namun sebenarnya dia ahli surga". (HR Muslim).
Saat ini memang banyak orang yang berlomba-lomba memberikan sumbangan, namun niatnya hanya agar menjadi terkenal. Ada juga orang yang senantiasa tampil sesaleh mungkin, tapi niatnya hanya untuk memperoleh pujian orang lain. Mereka inilah yang termasuk orang yang beramal dengan amalan ahli surga, menurut penglihatan orang banyak. Padahal sesungguhnya dia ahli neraka.
Mengapa? sebab amalan baik yang mereka lakukan bukan untuk mencari ridho Allah SWT, melainkan agar dipuji manusia. Jadi amal perbuatan mereka itu tidak mendapatkan pahala.
"Akhlak Baik Dapat Menghapus Dosa"
Muhammad Rasulullah saw bersabda : "Budi pekerti yang baik dapat mencairkan dosa seperti air mencairkan gumpalan salju. Sedangkan perangai buruk dapat merusak amal saleh sebagaimana cuka merusak madu". (HR Baihaqi).
Budi pekerti baik adalah perilaku yang menyenangkan orang lain. Misalnya, bicara dengan sopan, menepati janji, menghormati atau mendahulukan orang lain, dan suka memberikan pertolongan. Semua itu mendatangkan pahala dari Allah SWT. Dan kelak di hari akhirat dapat mengurangi dosa-dosa yang telah dilakukan. Tepatlah kiranya jika dinyatakan, budi pekerti yang baik dapat mencairkan (tepatnya menebus) dosa.
Budi pekerti baik adalah perilaku yang menyenangkan orang lain. Misalnya, bicara dengan sopan, menepati janji, menghormati atau mendahulukan orang lain, dan suka memberikan pertolongan. Semua itu mendatangkan pahala dari Allah SWT. Dan kelak di hari akhirat dapat mengurangi dosa-dosa yang telah dilakukan. Tepatlah kiranya jika dinyatakan, budi pekerti yang baik dapat mencairkan (tepatnya menebus) dosa.
Kamis, Maret 12, 2009
"Nilai Manusia Tergantung Hatinya"
Muhammad Rasulullah saw bersabda : "Allah tidak melihat kepada tubuh kalian, dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat hati dan perbuatan kalian". (HR Muslim).
Setiap perbuatan manusia pasti ada motivasi atau niat yang mendorong melakukannya. Yang memotivasi tindakan manusia itu ada dua macam, yakni karena Allah atau karena selain Allah. Dan seringkali kita melakukan kebaikan karena selain Allah, misalnya :
- memberi sesuatu kepada orang lain agar bisa akrab dengan orang tersebut.
- berdisiplin waktu dan bekerja sebaik-baiknya agar mendapat perhatian khusus dari atasan.
- memberi hadiah kepada pejabat, agar mendapatkan proyek atau agar diangkat menjadi asistennya.
Semua tindakan yang kita lakukan tidak karena Allah tersebut, kelak pada hari kiamat akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, "Pada hari kiamat kelak, Allah akah memisahkan masalah keduniaan yang benar-benar tertuju kepada-Nya. Sedangkan soal-soal yang tertuju kepada selain Allah akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam". Hanya kebaikan yang kita lakukan semata-mata karena Allah SWT yang akan diperhitungkan pahalanya. Untuk itu :
- jika memberi sesuatu kepada orang lain, ya kita niatkan saja mencari ridho Allah, sebab Allah memang memerintahkan kita untuk bersedekah.
- jika berdisiplin waktu dan bekerja sebaik-baiknya kita niatkan mencari ridho Allah, sebab Islam memerintahkan pemeluknya menghargai waktu dan bekerja secara profesional.
- buat apa kita memberi hadiah kepada pejabat yang notabene sudah kaya raya. Kalau kita memang berniat mencari ridho Allah, sebaiknya hadiah tersebut kita berikan kepada orang yang membutuhkannya. Misalnya fakir miskin, anak yatim, para janda, dan orang-orang jompo yang tidak terurus dengan baik.
Setiap perbuatan manusia pasti ada motivasi atau niat yang mendorong melakukannya. Yang memotivasi tindakan manusia itu ada dua macam, yakni karena Allah atau karena selain Allah. Dan seringkali kita melakukan kebaikan karena selain Allah, misalnya :
- memberi sesuatu kepada orang lain agar bisa akrab dengan orang tersebut.
- berdisiplin waktu dan bekerja sebaik-baiknya agar mendapat perhatian khusus dari atasan.
- memberi hadiah kepada pejabat, agar mendapatkan proyek atau agar diangkat menjadi asistennya.
Semua tindakan yang kita lakukan tidak karena Allah tersebut, kelak pada hari kiamat akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, "Pada hari kiamat kelak, Allah akah memisahkan masalah keduniaan yang benar-benar tertuju kepada-Nya. Sedangkan soal-soal yang tertuju kepada selain Allah akan dicampakkan ke dalam neraka Jahannam". Hanya kebaikan yang kita lakukan semata-mata karena Allah SWT yang akan diperhitungkan pahalanya. Untuk itu :
- jika memberi sesuatu kepada orang lain, ya kita niatkan saja mencari ridho Allah, sebab Allah memang memerintahkan kita untuk bersedekah.
- jika berdisiplin waktu dan bekerja sebaik-baiknya kita niatkan mencari ridho Allah, sebab Islam memerintahkan pemeluknya menghargai waktu dan bekerja secara profesional.
- buat apa kita memberi hadiah kepada pejabat yang notabene sudah kaya raya. Kalau kita memang berniat mencari ridho Allah, sebaiknya hadiah tersebut kita berikan kepada orang yang membutuhkannya. Misalnya fakir miskin, anak yatim, para janda, dan orang-orang jompo yang tidak terurus dengan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)